Efisiensi Anggaran Tak Surutkan Pembangunan Kota Cimahi

Efisiensi Anggaran Tak Surutkan Pembangunan Kota Cimahi

Citrapedia.id | Keterbatasan anggaran tidak selalu berarti perlambatan pembangunan. Bagi Pemerintah Kota Cimahi, efisiensi justru menjadi momentum untuk menata ulang prioritas dan memastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Di tengah kebijakan pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat, Pemkot Cimahi menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Prinsip kehati-hatian dalam belanja diterapkan tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik maupun pembangunan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Cimahi Utara Tahun 2027. Menurutnya, efisiensi anggaran bukan alasan untuk melemahkan semangat pembangunan.

"Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kita tetap harus bergerak. Efisiensi kita lakukan pada program-program internal yang outcome-nya kurang maksimal, sementara program prioritas tetap dijalankan," ujarnya, Senin 9/2/2026.

Langkah efisiensi difokuskan pada kegiatan operasional pemerintahan, seperti pembatasan perjalanan dinas ke luar Jawa Barat, pengurangan belanja alat tulis kantor yang kini tergantikan oleh sistem digital, hingga pengetatan anggaran konsumsi rapat internal. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan budaya kerja yang lebih sederhana.

"Rapat internal cukup membawa tumbler masing-masing. Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa efisiensi adalah tanggung jawab semua pihak. Namun, untuk tamu dari luar daerah, pelayanan tetap kami jaga," jelas Ngatiyana.

Di balik penghematan tersebut, pembangunan fisik dan layanan dasar tetap menjadi fokus utama. Sejumlah proyek strategis seperti pembangunan puskesmas, Bundaran Jati, UPDRS, rumah singgah, serta laboratorium kesehatan tetap berjalan sesuai perencanaan. Bahkan, pada tahun ini Pemkot Cimahi juga menargetkan pembangunan underpass sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur kota.

Bagi Ngatiyana, kunci utama pengelolaan anggaran terletak pada ketepatan sasaran dan dampak yang dirasakan masyarakat. Selama perencanaan dilakukan secara matang dan berorientasi pada hasil, efisiensi tidak akan menghambat pembangunan, melainkan memperkuatnya.

"Kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas. Selama anggaran dikelola dengan baik dan manfaatnya dirasakan langsung, maka pembangunan akan tetap berjalan dan pelayanan publik tetap optimal," tandasnya. ***Awan.