Dikdik Suratno Nugrahawan Turunkan Pamflet Dirinya sebagai Bacalon Wali Kota Cimahi

Dikdik Suratno Nugrahawan Turunkan Pamflet Dirinya sebagai Bacalon Wali Kota Cimahi

Sekda Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan bergerak cepat untuk menurunkan pamflet dirinya yang terpasang di sejumlah ruas jalan Kota Cimahi. Sebelumnya, pamflet Sekda Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan sebagai bacalon wali kota yang terpampang di sejumlah ruas jalan di Kota Cimahi menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk Wakil KASN Tasdik Kinanto. Saat dikonfirmasi, Dikdik Suratno Nugrahawan mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang pamflet dirinya tersebut. Namun, dirinya menilai hal itu sebagai wujud dukungan terhadap Bacalon Wali Kota Cimahi itu. "Kalau masyarakat kan tidak tahu soal aturan, meski kenyataannya tidak ada aturan yang dilanggar dan ini berkaitan dengan etika saja," ujar Dikdik Suratno Nugrahawan. Kendati demikian, dirinya bakal mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh pihak KASN, yakni melakukan pembersihan lanjutan. "Itu Insyaallah akan dilakukan secepatnya. Saya sudah memulai itu dan saat ini pun masih dilakukan pembersihan. Yang jelas, sekali lagi jangan sampai kota ini terlihat tidak elok, tidak indah," ucapnya. "Coba bayangkan, bisa dilihat muncul di mana-mana bacalon wali kota dengan baliho gede-gede. Ada ucapan selamat Idulfitri gede lagi. Ini kan sudah lewat waktunya. Idulfitri sudah berlalu ini sudah bulan Zulkaidah," imbuhnya.Kemudian, lanjut Dikdik, kalau urusan pencalonan ini belum saatnya semua pihak berkampanye. Namun, pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran siapa yang memasang pamflet dirinya. "Yang jelas ketika mendapatkan pamplet itu secara otomatis akan kita turunkan. Jadi mohon maaf sekali lagi tanpa mengurangi rasa hormat terhadap simpatisan saya, ini terpaksa harus saya lakukan karena saya menginginkan di Cimahi ini kampanyenya bermartabat. Mari kita kedepankan etika," paparnya. Dikdik mengaku, dirinya belum menghitung jumlah pamflet yang terpasang. Namun, dirinya mencoba menghitung dari mulai Jalan Gandawijaya hingga Jalan Sentral ada sekitar 31 pamflet dirinya yang berukuran kecil. "Saya tidak pernah mengintruksikan hal itu, termasuk dari orang-orang yang mungkin sering ngobrol dengan saya, saya tanya satu per satu apakah anda memasang itu, ternyata tidak," ujarnya."Tapi itu memang murni swadaya masyarakat yang mungkin gatel juga melihat dimana-mana sudah terpasang bacalon-bacalon," tambahnya. Dikdik menyebut, yang harus dilakukan pihaknya adalah bagaimana bisa meraih simpati masyarakat dengan cara yang baik, apalagi dirinya yang masih terikat sebagai ASN. "Kalaupun sekarang muncul dukungan dari mana-mana, saya anggap ini bagian dari proses untuk melakukan evaluasi diri, paling tidak daya terima masyarakat terhadap diri saya begitu baik," tandasnya