Festival Posyandu 2024, Wujudkan 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju'
Festival Posyandu 2024, Wujudkan 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju'
KBRN, Cimahi: Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-40, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi menggelar Festival Posyandu 2024 di Technopark Cimahi, Rabu (21/8/2024).
Acara ini dihadiri oleh 300 anak dan 400 kader posyandu dari seluruh wilayah Kota Cimahi.
Festival yang mengusung tema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju" ini menjadi ajang silaturahmi dan kreativitas bagi para kader posyandu yang tergabung dalam Pokjanal Posyandu di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penghormatan, perlindungan, serta pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Kota Cimahi, Ai Herna Rahmawati, menyatakan bahwa Posyandu di Kota Cimahi diharapkan dapat berfungsi sebagai Center of Excellence atau pusat kegiatan yang melibatkan masyarakat.
"Posyandu juga mencerminkan tagline branding Kota Cimahi, yaitu CIMAHI CAMPERNIK," ujarnya.
Ai Herna menambahkan bahwa optimalisasi fungsi posyandu sebagai pusat aktivitas masyarakat akan mendukung upaya pemberdayaan dan sinergi antarperangkat daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dengan melibatkan peran masyarakat.
Ia berharap melalui kegiatan ini, para kader posyandu semakin termotivasi dalam menjalankan tugas mereka, sementara anak-anak di Kota Cimahi tumbuh menjadi individu yang peduli, berakhlak baik, berbudi luhur, dan berbudaya sesuai dengan karakter bangsa.
"Harapannya anak-anak di kota Cimahi semakin berkembang dan tumbuh menjadi individual yang peduli, berakhlak baik dan berbudi luhur, sementara untuk para kadernya semakin meningkatkan kinerja dalam bertugasnya," jelasnya.
Sementara itu Pj Ketua TP PKK Kota Cimahi, Diah Utami Dicky Saromi, menekankan pentingnya membangun kesadaran sejak dini untuk mencapai target zero stunting dalam dua dekade mendatang demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045, Pentingnya membangun kesadaran sejak dini, mengenai target Zero stunting," ucapnya.
Ia menyoroti peran penting kolaborasi lintas sektor dalam upaya ini, terutama melalui posyandu yang kini berfokus pada seluruh siklus kehidupan manusia, mulai dari masa konsepsi hingga seribu hari pertama kehidupan.
Sumber : rri