HIPMI Berkaria Challenge 2026, Jalan Baru Anak Muda Cimahi Mengubah Ide Menjadi Bisnis

HIPMI Berkaria Challenge 2026, Jalan Baru Anak Muda Cimahi Mengubah Ide Menjadi Bisnis

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Di tengah era disiplin fiskal dan perlambatan dunia usaha, Pemerintah Kota Cimahi mendorong kolaborasi pentaheliks sebagai salah satu strategi menjaga roda perekonomian tetap bergerak. Semangat tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap lahirnya wirausaha muda yang tidak hanya memiliki ide, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi bisnis yang bertahan dan berkembang.


Salah satu langkah konkret hadir melalui Grand Final HIPMI Berkaria Challenge 2026 yang digelar di Gadespace Cimahi. Kompetisi yang diinisiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cimahi itu menjadi ruang bagi anak muda untuk menguji sekaligus merealisasikan gagasan bisnis mereka.


Dalam kegiatan tersebut, Adithia Yudhistira mengatakan, Berkaria Challenge merupakan kesempatan bagi generasi muda Cimahi untuk berkompetisi dengan gagasan bisnis yang mereka miliki. Peserta akan melalui proses kurasi untuk menentukan ide usaha yang dinilai paling masuk akal dan memiliki prospek bisnis.


Total hadiah yang disiapkan mencapai sekitar Rp50 juta. Namun, menurut Adithia, nilai kompetisi tersebut bukan semata-mata terletak pada hadiah.


Promoted ContentKe-kawaii-an Artis Jepang Ini bak Sakura: Ga Ada Abisnya!

Brainberries


Para pemenang nantinya akan mendapatkan kesempatan mengikuti proses inkubasi. Mereka tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga pendampingan agar usaha yang dibangun mampu bertahan dan berkembang.


“Ini adalah salah satu contoh 

Adithia berharap Berkaria Challenge dapat menjadi contoh konkret bagi masyarakat Cimahi bahwa membangun usaha membutuhkan proses. Mulai dari menyusun business plan, memperoleh akses modal dan pendampingan, hingga menjalankan usaha secara nyata.


Ia menilai pola seperti ini dapat menjadi prototipe bagi program pengembangan UMKM di Kota Cimahi. Ketimbang hanya menggelar pelatihan, pengembangan wirausaha dinilai akan lebih berdampak jika dibarengi aksi nyata dan pendampingan berkelanjutan.


“Daripada kita terus membuat acara pelatihan, lebih baik dikemas dengan aksi-aksi nyata seperti ini untuk membangkitkan gairah UMKM di Kota Cimahi,” katanya.


Sementara itu, Ketua BC HIPMI Kota Cimahi, Aria Putra Perdana, mengungkapkan bahwa Berkaria Challenge lahir dari pengalaman pribadinya ketika memiliki ide bisnis, tetapi kesulitan menemukan ruang untuk merealisasikannya.


Menurut Aria, tingginya minat anak muda untuk berwirausaha tidak selalu diikuti kesempatan yang memadai untuk mengembangkan gagasan. Kondisi tersebut kemudian mendorong HIPMI Kota Cimahi menghadirkan kompetisi yang dapat menjadi pintu masuk bagi anak muda untuk membawa ide mereka ke tahap yang lebih nyata.


“Berkaria Challenge bukan hanya sebuah kompetisi, namun merupakan sebuah ekosistem untuk membuat adanya keberlanjutan setelah kompetisi usai,” ungkap Aria.


Komitmen tersebut akan dilanjutkan melalui berbagai program, salah satunya Berkarya Institut. Program ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan peserta agar tidak berhenti setelah kompetisi dan penyerahan hadiah.


Aria juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius. Menurutnya, kompetisi bukan sekadar ajang memenangkan hadiah, melainkan kesempatan memperoleh pengalaman, jaringan, pendampingan, dan modal awal untuk membangun usaha.


Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat menjadi semakin penting. Berkarya Challenge menunjukkan bahwa penguatan ekonomi daerah tidak selalu harus dimulai dari program besar.


“Kadang, pertumbuhan ekonomi bisa kita mulai dari satu ide anak muda, satu ruang untuk mencoba, dan satu ekosistem yang bersedia mengawal sebuah ide hingga menjadi bisnis nyata.” pungkasnya. (Bzo)