Ngatiyana Buka Seleksi Pimpinan BAZNAS Cimahi, 10 Kandidat Berebut Lima Posisi
Ngatiyana Buka Seleksi Pimpinan BAZNAS Cimahi, 10 Kandidat Berebut Lima Posisi
Cimahi,Sabtu(10/10/2026)
Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana, S.A.P., resmi membuka tahapan verifikasi faktual seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cimahi periode 2026–2031. Kegiatan berlangsung di Aula Pemerintah Kota Cimahi, Kamis (8/10/2026).
Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah Kota Cimahi, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Cimahi.
Sebanyak 10 kandidat mengikuti tahapan verifikasi faktual setelah melewati seleksi administrasi, tes berbasis komputer (CAT), penulisan makalah, dan wawancara.
Ngatiyana mengapresiasi tim seleksi yang telah menjalankan seluruh tahapan secara profesional dan transparan. Ia menegaskan, verifikasi faktual menjadi tahap penting untuk memastikan calon pimpinan BAZNAS memiliki integritas, kapasitas, dan kredibilitas dalam menjalankan amanah.
“Tahapan ini merupakan momen krusial untuk memastikan bahwa calon pimpinan BAZNAS Kota Cimahi benar-benar memiliki integritas, kapabilitas, dan kredibilitas yang tinggi,”ungkap Ngatiyana.
Menurutnya, BAZNAS tidak hanya berperan sebagai pengelola dana umat, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai penghubung antara muzaki atau pihak yang menunaikan zakat dan mustahik atau penerima zakat, BAZNAS membutuhkan kepemimpinan yang amanah serta memiliki visi pemberdayaan masyarakat.
Dari 10 kandidat yang mengikuti verifikasi faktual, nantinya akan ditetapkan lima pimpinan BAZNAS Kota Cimahi untuk masa jabatan 2026–2031, terdiri atas satu ketua dan empat wakil ketua.
Proses seleksi ini menjadi tahapan penting untuk menentukan figur yang akan mengemban tanggung jawab pengelolaan zakat di Kota Cimahi. Publik pun menaruh harapan agar kepemimpinan BAZNAS mendatang mampu memperkuat tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Achmad Syafei/Yopi