"Pemkot Cimahi Dukung Anak Muda Bangun Bisnis, Ada Hadiah Rp50 Juta "

"Pemkot Cimahi Dukung Anak Muda Bangun Bisnis, Ada Hadiah Rp50 Juta "

IDN CITIZEN, CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi terus mendorong pertumbuhan wirausaha muda melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Grand Final HIPMI Berkarya Challenge 2026 yang berlangsung di Gadespace Cimahi, Rabu (19/8/2026).

Digagas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cimahi, kompetisi ini menjadi wadah pengembangan gagasan bisnis bagi anak muda.
Para peserta tidak hanya menyampaikan ide, tetapi juga melewati kurasi untuk memastikan gagasan memiliki peluang serta dapat dijalankan.

Wakil Wali Kota Cimahi Adithia Yudhistira mengatakan Berkarya Challenge memberikan ruang generasi muda berkompetisi sekaligus mengembangkan potensi bisnis.

Menurut Adithia, proses kurasi penting karena gagasan peserta perlu dinilai berdasarkan aspek kelayakan serta prospek pengembangannya.

Kompetisi tersebut menyediakan total hadiah sekitar Rp50 juta bagi peserta yang berhasil menjadi pemenang dalam ajang tersebut.

Meski demikian, Adithia menilai manfaat utama program tersebut tidak hanya sebatas hadiah yang diterima para pemenang.

Para pemenang juga memperoleh kesempatan mengikuti proses inkubasi yang diarahkan untuk membantu keberlanjutan usaha mereka setelah kompetisi.

Selain akses permodalan, peserta mendapatkan pendampingan sehingga bisnis yang dibangun diharapkan tetap berjalan setelah seluruh rangkaian kompetisi selesai.

"Ini adalah salah satu contoh nyata bagaimana proses inkubasi UMKM di Kota Cimahi bisa berjalan," ujar Adithia kepada media.

Adithia menjelaskan bahwa membangun sebuah usaha membutuhkan proses panjang sehingga perkembangan bisnis peserta perlu terus dipantau setelah kompetisi.

Pemantauan tersebut diperlukan untuk melihat kemampuan usaha bertahan, menghasilkan keuntungan, hingga berkembang menuju skala bisnis yang lebih besar.

Ia berharap Berkarya Challenge memberikan gambaran kepada masyarakat Cimahi bahwa membangun bisnis tidak cukup hanya bermodalkan gagasan.

Menurutnya, pelaku usaha perlu melewati sejumlah tahapan, mulai dari menyusun business plan hingga memperoleh akses modal dan pendampingan.

Tahapan tersebut kemudian perlu dilanjutkan dengan pengujian usaha secara langsung agar penerapan gagasan dapat diketahui di lapangan.

Adithia menilai pola pengembangan seperti itu dapat menjadi prototipe dalam upaya memperkuat sektor UMKM di Kota Cimahi.

Menurut dia, program kewirausahaan akan menghasilkan dampak lebih besar apabila tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata.

Pendekatan tersebut, kata Adithia, perlu dilanjutkan melalui aksi nyata serta pendampingan berkelanjutan agar peserta memiliki kesempatan mengembangkan usahanya.

"Daripada kita terus membuat acara pelatihan, lebih baik dikemas dengan aksi-aksi nyata seperti ini untuk membangkitkan gairah UMKM di Kota Cimahi," katanya.

Ketua BC HIPMI Kota Cimahi Aria Putra Perdana mengungkapkan Berkarya Challenge berawal dari pengalamannya memiliki gagasan bisnis.

Aria mengungkapkan bahwa ketertarikan generasi muda untuk memasuki dunia usaha sebenarnya cukup tinggi di Kota Cimahi.

Namun, keinginan tersebut belum selalu didukung kesempatan dan ekosistem yang mampu membantu anak muda mengubah gagasan menjadi bisnis.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan HIPMI Kota Cimahi menghadirkan Berkarya Challenge sebagai pintu masuk bagi anak muda.

Program tersebut menjadi ruang untuk menguji sekaligus merealisasikan ide bisnis yang dimiliki peserta melalui proses kompetisi dan pembinaan.

"Berkarya Challenge bukan hanya sebuah kompetisi, namun merupakan sebuah ekosistem untuk membuat adanya keberlanjutan setelah kompetisi usai," ungkap Aria.

Keberlanjutan program tersebut akan diperkuat melalui sejumlah kegiatan, termasuk Berkarya Institut sebagai bagian dari proses pembinaan peserta.

Program tersebut diharapkan menjaga proses pengembangan usaha agar tidak berhenti setelah kompetisi selesai dan hadiah diberikan kepada pemenang.

Aria juga mendorong peserta memanfaatkan seluruh kesempatan yang tersedia selama mengikuti program tersebut untuk mengembangkan usaha masing-masing.

Menurutnya, Berkarya Challenge bukan semata-mata ajang perebutan hadiah, tetapi juga ruang memperoleh pengalaman dan membangun jaringan.

Peserta juga memiliki peluang mendapatkan pendampingan serta mengakses modal awal yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha mereka.

Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat semakin penting.

Berkarya Challenge menjadi gambaran bahwa aktivitas ekonomi daerah dapat dimulai dari lingkungan masyarakat dan potensi anak muda.

"Kadang, pertumbuhan ekonomi bisa kita mulai dari satu ide anak muda, satu ruang untuk mencoba, dan satu ekosistem yang bersedia mengawal sebuah ide hingga menjadi bisnis nyata," pungkasnya.***