"Pemkot Cimahi Gelar Bimtek Penerapan Aplikasi SURABI untuk Tingkatkan Reformasi Birokrasi"
"Pemkot Cimahi Gelar Bimtek Penerapan Aplikasi SURABI untuk Tingkatkan Reformasi Birokrasi"
Pemerintah Kota Cimahi memulai langkah penting dalam reformasi birokrasi dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penerapan Sistem Pengukuran Reformasi Birokrasi Terintegrasi (SURABI) tahun 2024. Acara yang diselenggarakan di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi ini bertujuan untuk mendukung percepatan layanan publik dan meningkatkan efisiensi birokrasi di Kota Cimahi.
Bimtek ini dihadiri oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah serta Tim Pengelola Reformasi Birokrasi (RB) perangkat daerah dan menghadirkan narasumber Iwan Kurniawan, S.STP., M.AP dan Akhmad Deni Sumirat, S.ST., dari Tim RB Provinsi Jawa Barat, Biro Organisasi Provinsi Jawa Barat.
Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, menekankan pentingnya penerapan reformasi birokrasi secara menyeluruh di semua perangkat daerah. “Saatnya birokrasi Pemkot Cimahi bergerak lincah dan adaptif di era 4.0. ASN harus berfungsi sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa,” ungkap Dicky Saromi.
SURABI, aplikasi berbagi pakai dari Provinsi Jawa Barat, dirancang untuk memfasilitasi penyampaian review terhadap capaian pelaksanaan reformasi birokrasi di Kota Cimahi dan perangkat daerah. Menurut Dicky, Kota Cimahi telah meraih peringkat ke-6 terbaik se-Jawa Barat dengan nilai 81,26 dalam indeks reformasi birokrasi, termasuk dalam 35 pemerintah Kabupaten/Kota dengan predikat A atau memuaskan.
“Prestasi ini perlu terus ditingkatkan. Reformasi birokrasi tidak hanya soal pemenuhan administrasi, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat, seperti dalam pengentasan kemiskinan, stunting, inflasi, investasi daerah, dan digitalisasi pemerintahan,” tegas Dicky.
Dicky juga menjelaskan bahwa penataan tata kelola pemerintahan dimulai dari manajemen SDM. Pemkot Cimahi menerapkan strategi 6P yang meliputi perencanaan dan pengadaan, penguatan budaya kerja dan employer branding, percepatan kapasitas SDM aparatur, peningkatan kinerja dan sistem penghargaan, pengembangan talenta dan karier, serta penguatan platform teknologi dan kesejahteraan SDM.
“Birokrasi yang terus berinovasi, mengutamakan kompetensi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat adalah ciri dari organisasi yang belajar,” tambahnya.
Pentingnya penerapan dynamic government juga ditekankan oleh Dicky, dengan birokrasi yang berorientasi pada hasil. “Program pemerintahan yang dinamis harus efektif, efisien, dan ekonomis, dengan fokus pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Seluruh instansi pemerintah harus menerapkan manajemen kinerja berbasis elektronik dengan kontribusi yang jelas dari setiap individu,” pungkasnya.
Asisten Administrasi Umum Setda Kota Cimahi, Maria Fitriana, mengungkapkan bahwa Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari arahan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat untuk sinergi dalam reformasi birokrasi dengan penggunaan aplikasi SURABI.
“Pelaksanaan sosialisasi kebijakan Reformasi Birokrasi Kabupaten/Kota di Jawa Barat serta launching aplikasi SURABI telah dilakukan pada Maret 2024, dan hari ini kita melanjutkan dengan Bimbingan Teknis bagi Tim Pengelola RB perangkat daerah,” ujar Maria.
Dengan langkah ini, Pemkot Cimahi berharap dapat lebih mempercepat implementasi reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Cimahi.