Tim Penggerak PKK Jadi Mitra Strategis Pemerintah Pelopor dan Pembaharu Inspiratif
Tim Penggerak PKK Jadi Mitra Strategis Pemerintah Pelopor dan Pembaharu Inspiratif
PENCEGAHAN dan penanganan stunting menjadi salah satu program yang diutamakan dalam pelaksanaan 10 program pokok Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK). Hal itu, berperan aktif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui peran kader melalui pengembangan atau pengorganisasian masyarakat.
Pj. Ketua TP PKK Kota Cimahi Ir. Hj. Diah Dicky Saromi, MT mengungkapkan bahwa TP PKK berkewajiban untuk secara konsisten mengiringi dan mendukung garis kebijakan program pemerintah, termasuk dalam upaya mengatasi stunting.
"Ya, sebagai mitra kerja strategis pemerintah, Tim Penggerak PKK haruslah mampu menjadi pelopor dan pembaharu yang inspiratif," ungkapnya.
Menurut Diah, pola pendekatan pemberdayaan keluarga yang bertumpu pada penggerakan peran serta masyarakat menjadi ciri khas TP PKK dalam berbagai aspek pembangunan. Hal tersebut, modal sosial yang besar dalam proses pembangunan, karena penggerakan dan peran serta atau partisipasi masyarakat dalam pembangunan itu adalah prinsip dasar dari gotong royong yang merupakan warisan budaya bangsa.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, jumlah balita stunting per November 2023 sebanyak 2.890 anak. Kelurahan Melong, Cibabat, dan Cigugur Tengah merupakan 3 kelurahan dengan
jumlah balita stunting terbanyak. Berdasarkan koordinasi dengan Dinkes, Kelurahan Melong menjadi prioritas intervensi.
Berdasarkan pengalaman empirik, kata Diah, anak-anak dengan gangguan stunting tidak hanya terjadi di tengah keluarga sederhana, melainkan juga bisa terjadi di tengah keluarga berkecukupan.
"Hal ini mencerminkan, persoalan stunting bukan hanya isu ketidakmampuan, tetapi juga tentang minimnya awareness atau kepedulian
terhadap persoalan ini dan pola pengasuhan balita yang tidak tepat," paparnya.
Menurut Diah, untuk pencegahan stunting di Kota Cimahi dilakukan kolaborasi pentahelix, di antaranya dengan Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) dengan pendekatan calon pengantin melalui tokoh agama. Pelibatan ASN sebagai Binwil sesuai SK Wali Kota Cimahi. Salah satunya adalah
MoU dengan Kemenag Kota Cimahi. Ada juga kerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cimahi, sebagai bunda asuh anak stunting, serta Satgas Percepatan Penurunan Stunting
(Pusat, Provinsi dan Kota Cimahi).
"TP PKK melakukan pendampingan gizi seimbang kaya protein hewani dan pemanfaatan daun kelor untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Ada juga Unjani yang memberi bibit daun kelor dan edukasi pemanfaatan daun kelor dan konsumsi gizi dan pangan seimbang beragam serta kaya protein hewani," tandasnya.
"Hal itu, seperti para mahasiswa Unjani juga terlibat pengukuran dan edukasi dalam rangka peningkatan status gizi auditee," tuturnya.
Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan bisa terwujudnya zero new stunting, serta angka prevalensi stunting di bawah 14% tahun 2024. Metode yang dilakukan di antaranya dengan adanya aplikasi di website yang menyajikan infografis data Keluarga Berisiko Stunting per-kelurahan dan Edukasi Pencegahan Stunting "SAPPEUTING EMAS” (Sarana Aplikasi Percepatan Penurunan Stunting dan Edukasi Masyarakat).
"SAPPEUTING EMAS merupakan aplikasi yang sedang dikembangkan dalam rangka meningkatkan peran berbagai pihak dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting,
termasuk AKS (Audit Kasus Stunting), seperti keterlibatan peran pentahelix dalam rangkaian kegiatan AKS, khususnya pelaksanaan RTL (Rencana Tindak Lanjut) dan pendampingan monitoring peningkatan status gizi auditee," ujar Diah.
Dalam proses pengembangan aplikasi SAPPEUTING EMAS untuk menjadi pusat
informasi auditee AKS berupa intervensi yang telah diterima auditee, perkembangan status gizi auditee, dan BAAS (Bapak Asuh Anak Stunting) dapat mengakses informasi auditee melalui aplikasi tersebut.
"Terintegrasinya data dari lintas Perangkat Daerah untuk memudahkan pengelompokan dan pemberian intervensi yang tepat sasaran kepada auditee," katanya.
Selain itu terbit SK Wali Kota tentang Pembinaan Wilayah, ASN Kota Cimahi ditugaskan untuk menjadi penanggungjawab dalam membina wilayah kelurahan tertentu
dalam rangka percepatan penurunan stunting.
Bentuk Tim Audit Kasus Stunting
Sementara itu, salah satu program dan kegiatan prioritas dalam percepatan penurunan stunting di Kota Cimahi adalah pembetukan Tim Audit Kasus Stunting (AKS). Hal itu, yang terdiri atas tim pakar dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat yaitu dokter spesialis anak, dokter spesialis obstetric dan ginekologi, psikolog serta ahli gizi.
"AKS merupakan upaya identifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin pada kelompok sasaran yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui/nifas dan baduta/balita," terangnya.
Sedangkan di Rakor Bidang P3AP2KB Percepatan Penurunan Stunting di Kota Cimahi Tahun 2024 diselenggarakan dengan mengundang unsur perangkat daerah terkait, stakeholder serta komponen masyarakat Kota Cimahi mulai dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Cimahi, Direktur RSUD Cibabat, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Keluarga dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Kepala Bagian Kesra Setda Kota Cimahi, Pimpinan Bank BJB Cabang Cimahi, Pimpinan Bank BRI Cabang Cimahi, Direktur Rumah Sakit se-Kota Cimahi, Ketua MUI Kota Cimahi, Ketua Baznas Kota Cimahi, Camat se-Kota Cimahi, Ketua Majelis Taklim se-Kota Cimahi, Ketua GOW Kota Cimahi, Ketua DWP Kota Cimahi, Tim Penggerak PKK Kota, kecamatan dan kelurahan, serta unsur Ormas Islam se-Kota Cimahi.
"Dengan keterlibatan seluruh unsur terkait, diharapkan penanganan stunting dapat dilakukan dari hulu hingga ke hilir, sehingga target penurunan tingkat prevalensi stunting di Kota Cimahi dan zero new stunting di Jawa Barat dapat tercapai," katanya.
Tekan Stunting Bagikan Antropometri Kit
Dalam upaya menekan atau meminimalisir stunting di wilayahnya, Pemkot Cimahi juga membagikan alat Antropometri Kit kepada Posyandu yang ada di wilayahnya. Antropometri Kit adalah rangkaian alat yang berfungsi untuk mendeteksi stunting pada anak melalui pengukuran berat badan, panjang, dan tinggi badan, lingkar lengan atas, dan kepala.
Secara simbolis penyerahan dilakukan oleh Pj. Wali Kota Cimahi Dicky Saromi di Aula Kecamatan Cimahi Utara Jalan Jati Serut, belum lama ini.
"Alhamdulillah, hari jumat 15 Desember kemarin Kota Cimahi telah menerima alat Antropometri Kit dari Kementerian Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan seluruh posyandu yang ada di Kota Cimahi, dan tentunya akan segera didistribusikan secara bertahap dalam 3 hari ini," ujar Dicky.
Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, dr. Raden Vini Adiani Dewi menjelaskan bahwa, antropometri adalah alat untuk mengukur bayi yang baru lahir atau anak terindikasi stunting atau tidak.
"Alat ini lebih valid dan lebih gampang digunakan, serta lebih fortable. Sehingga alat itu bisa digunakan di Posyandu sebagai garda terdepan kita dalam mencegah stunting," jelasnya.
Menurut Vini, pemberian Antropometri Kit ini sebagai langkah yang dikakukan Pemkot Cimahi untuk terus mengupayakan agar Kota Cimahi bisa zero stunting dari 2024. "Dan bisa menyambut 20 tahun mendatang untuk Indonesia Emas, Indonesia Maju, untuk Cimah Emas, Cimahi Maju," imbuhnya.
"Mari kita terima alat ini dengan baik, dan kita gunakan dengan baik. Sehingga akan terdata dengan baik, dan data itu untuk segera nanti disampaikan ke puskesmas terdekat, dan disampikan ke kita Pemkot Cimahi melalui Dinas Kesehatan untuk segera kita intervensi nantinya," tegasnya.
Pada kesempatan itu, pasalnya, juga mengajak seluruh pihak untuk satukan gerak langkah dalam rangka mewujudkan generasi penerus yang berkualitas.
"Ajak semua ibu dan balita untuk senantiasa membawa anaknya ke posyandu dan memanfaatkan semua fasilitas yang ada di posyandu, diperiksa tumbuh kembang balitanya, agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas dan menjadi generasi emas yang berkualitas," pungkasnya.*
sumber: https://www.koran-gala.id/news/58711884766/tim-penggerak-pkk-jadi-mitra-strategis-pemerintah-pelopor-dan-pembaharu-inspiratif